Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, SMKN 1 Belitang III Ajak Insan Vokasi Maknai Semangat Hijrah

BELITANG III – Menyambut datangnya bulan Muharram yang penuh berkah, Keluarga Besar SMK Negeri 1 Belitang III mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, khususnya bagi bapak/ibu guru, staf, wali murid, dan seluruh peserta didik.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H”

Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, memperkuat keimanan, dan menjadi momentum bagi kita semua untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik. #SMK BISA #SMK HEBAT #SMK BERMUTU Untuk Indonesia

Sekilas Sejarah Penetapan Kalender Hijriah

Tahun Baru Islam tidak lepas dari peristiwa bersejarah yang menjadi fondasi penting peradaban Islam. Penetapan awal kalender Hijriah diinisiasi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA. Setelah berdiskusi dengan para sahabat terkemuka, diputuskan bahwa momentum Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan sebagai titik awal penanggalan Islam (Tahun 1 Hijriah).

Peristiwa Hijrah dipilih karena bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah transformasi besar yang menandai kebangkitan, persatuan, dan penegakan tatanan kehidupan yang penuh keadilan serta perdamaian.

Refleksi Makna Hijrah di Lingkungan Vokasi

Kepala SMK Negeri 1 Belitang III, Bapak Sapto Agung Nugroho, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa esensi dari semangat Hijrah sangat relevan dengan dunia pendidikan vokasi saat ini.

“Hijrah secara maknawi berarti berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang jauh lebih baik. Di lingkungan SMK Negeri 1 Belitang III, semangat ini kita ejawantahkan sebagai tekad untuk terus berinovasi, meningkatkan kedisiplinan, meningkatkan kompetensi keahlian, serta memperkokoh karakter luhur akhlakul karimah,” ungkap beliau.

Melalui momentum 1 Muharram 1448 H ini, SMK Negeri 1 Belitang III berkomitmen untuk terus bergerak maju, berhijrah meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, demi mencetak generasi muda vokasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan terampil secara digital, tetapi juga kokoh secara spiritual untuk Indonesia yang lebih maju.

Facebook
Email
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *