BELITANG III – SMK Negeri 1 Belitang III terus memperkuat posisinya sebagai sekolah vokasi yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Terbaru, sekolah mengoptimalkan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran utama. Teknologi ini terbukti mampu mengubah suasana belajar menjadi lebih interaktif, dinamis, dan sangat relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Pembelajaran Interaktif ala Waka Kurikulum

Langkah inovatif ini dipelopori langsung oleh unsur pimpinan sekolah. Ibu Helda, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menunjukkan komitmennya dengan mempraktikkan langsung pemanfaatan IFP dalam proses mengajar.
Dengan sentuhan teknologi ini, materi yang sebelumnya mungkin terasa berat, kini disajikan lebih visual dan kolaboratif. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi dapat terlibat langsung dengan fitur layar sentuh yang tersedia. “Suasana kelas jadi jauh lebih seru. Siswa menjadi lebih antusias karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan konten pembelajaran di layar,” ungkap Ibu Helda saat mempraktikkan pengajaran interaktif tersebut.
Analisa Mendalam dengan Visualisasi Jelas
Pada sesi berikutnya, teknologi IFP juga dimanfaatkan untuk membedah materi teknis yang kompleks. Bapak Andi Prasetyo, S.T., memanfaatkan kecanggihan IFP untuk mendemonstrasikan materi analisis perangkat keras (hardware) komputer.

Dengan layar yang besar dan resolusi tinggi, Bapak Andi dapat memperagakan detail komponen komputer dengan sangat jelas. Fitur zoom dan anotasi pada IFP memudahkan siswa untuk mengamati bagian-bagian komponen secara mendetail, yang sebelumnya sulit terlihat jika hanya menggunakan proyektor konvensional. Analisa perangkat keras kini menjadi jauh lebih efektif karena setiap siswa dapat melihat objek dengan presisi tinggi.
Visualisasi Kreatif di Jurusan DKV
Keseruan di kelas tak berhenti di situ. Ibu Windiani, S.Pd., yang mengajar di Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), turut memanfaatkan IFP untuk menyampaikan materi konsentrasi keahlian.

Bagi siswa DKV yang sangat bergantung pada visualisasi, IFP menjadi “kanvas raksasa” yang sempurna. Ibu Windiani menunjukkan bagaimana warna, komposisi, dan elemen desain bisa diolah langsung di depan kelas. Dengan layar IFP, detail pengerjaan desain dapat terlihat jauh lebih tajam dan hidup, memungkinkan siswa untuk langsung memberikan masukan atau mempraktikkan teknik desain di layar, menjadikan sesi konsentrasi keahlian jauh lebih mendalam dan inspiratif.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Vokasi
Penggunaan IFP di SMK Negeri 1 Belitang III merupakan bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan Mutu Pembelajaran menuju standar industri. Dengan dukungan media yang mumpuni, diharapkan:
Engagement Siswa Meningkat: Siswa menjadi lebih aktif dan fokus selama kegiatan belajar mengajar.
Visualisasi Materi Lebih Baik: Memudahkan pemahaman materi teknis yang kompleks bagi jurusan berbasis informatika, otomotif, maupun seni desain.
Budaya Digital: Membiasakan siswa dan guru untuk terus berinovasi menggunakan perangkat teknologi terbaru.
SMK Negeri 1 Belitang III berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kelas yang modern agar lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga melek teknologi sejak di bangku sekolah.

